KTNA

**************************************** KELOMPOK KONTAK TANI DAN NELAYAN ANDALAN *******************************************

Kamis, 29 Juli 2010

KONTAK TANI DAN PERANANNYA

KONTAK TANI DAN PERANANNYA
( Oleh Kelompok KTNA Kab. Sukabumi )

Titik berat pembangunan nasional kita di bidang ekonomi masih pada sektor pertanian, ini berarti bahwa para pelaksana pembangunan di sektor pertanian tetap dituntut kegigihannya untuk berjuang. Bahwa berhasilnya pembangunan nasional tergantung pada partisipasi seluruh rakyat serta pada sikap mental, tekad dan semangat, ketaatan dan disiplin seluruh rakyat indonesia serta para penyelenggara negara. Berhasilnya program pembangunan pertanian sebagian besar ditentukan oleh peranan dan peranserta aktif petani dan nelayan beserta keluarganya. Memang merekalah sebenarnya pelaksana utama program pembangunan pertanian itu, terutama dalam peningkatan produktivitas usaha tani, panen, pelestarian sumber daya alam dan sebagainya. Aparat pemerintah sifatnya hanyalah pembimbing, penggerak dan pendorong saja. Dapat dikatakan bahwa para petani nelayan dan keluarganya itu adalah manusia-manusia pembangunan bagi harkat dan martabat hidupnya sendiri. Manusia pembangun yang sebenarnya mengandung pengertian bahwa manusia itu selain mampu membangun harus pula mampu mengatasi hambatan pembangunan itu sendiri, mampu memperhitungkan secara bijaksana akibat-akibat sampingan yang mengganggu untuk maju.
Tetapi kenyataan dalam pelaksanaannya tidak mudah. Untuk menempatkan posisi petani-nelayan yang demikian itu dalam pembangunan masih diperlukan usaha-usaha untuk menyadarkan mereka akan hakekat, makna dan arti pembangunan pertanian. Itulah antara lain yang menjadi tugas penyuluhan pertanian. Kegiatan penyuluhan pertanian adalah perpaduan dari usaha menimbulkan perubahan sikap/ prilaku/ pandangan ke arah kemajuan, usaha mengerjakan pengetahuan/ keterampilan/ kecakapan untuk keuntungan berusahatani, usaha mengembangkan swadaya/ swadana dalam mencapai perbaikan kehidupan. Tugas seorang penyuluh pertanian adalah menumbuhkan motivasi kepada petani-nelayan bahwa mereka mempunyai potensi untuk memperbaiki keadaan hidupnya. Dari situ kemudian ia harus mampu menghidupkan potensi tersebut menjadi inisiatif, kegiatan dan peranan, yakni dari Petani oleh Petani untuk Petani. Seorang penyuluh pertanian pada hakekatnya adalah sebagai penasehat/konsultan bagi petani. Semakin maju petani dan usaha taninya, maka harus diimbangi pula dengan makin tingginya kualifikasi dan kemampuan seorang penyuluh pertanian.
Di Indonesia terdapat jutaan keluargatani yang semuanya berhak untuk memperbaiki nasib, sedangkan jumlah penyuluh pertanian sangat terbatas. Akan mampukah mereka menjangkau seluruh keluarga tani itu ? ini memang masalah, tetapi dari sinilah kemudian berkembang suatu pendekatan dengan sistem ” mata rantai ”. Bahwa untuk melaksanakan program-program pembanguan pertanian harus melibatkan sebanyak mungkin kegiatan dari petani-nelayan sendiri. Petani-nelayan harus dapat dijadikan suatu mata rantai kegiatan pertanian itu. Kontaktani merupakan sebuah mata rantai yang cukup baik bagi penyebaran imformasi pertanian dan juga merupakan mitra kerja penyuluh pertanian yang tidak mengharapkan upah. Kontaktani akan dengan sukarela menyebarkan informasi pertanian yang diperolehnya, membimbing rekan-rekan petani lainnya kearah kemajuan usaha demi perbaikan kehidupan.
Siapakah Kontaktani itu?
Pada jaman ”doeloe” ketika jawatan pertanian yang ada di indonesia masih bernama Landbouw voorlichting Dients, pernah dikembangkan semacam kontak tani yang namanya kontak person (Contact person). Dinamakan contact person karena sering mengadakan “ Kontak” dengan pengamat pertanian (Landbouw Opsichter). Apakah kontaktani yang ada sekarang ini merupakan perkembangan dari Kontak person itu ?
Kontak person tidak mutlak menjadi ketua dari suatu kelompoktani sedangkan kontaktani mutlak menjadi ketua kelompoktani karena ia memang tumbuh dari kelompok itu. Yang sama hanyalah mereka selalu mengadakan hubungan dengan petugas penyuluh pertanian.
Menjadi seorang Kontaktani bukan hanya seringnya ia berhubungan dengan petugas penyuluh pertanian saja, tetapi ditentukan pula dari bagaimana sikap/pandangan/perilakunya yang disumbangkan demi kemajuan kelompoknya. Ia harus mampu memberi contoh, mampu memberi petunjuk, mampu mengarahkan kelompok yang dimpinnya,dan mau menggerakkan kelompoknya, karena Kontak-tani memang harus menjadi seorang pemimpin kelompoktani. Untuk bisa memberi contoh baik, maka ia sediri harus melaksanakan usahatani dengan berhasil. Ia harus tanggap terhadap segala kemajuan dibidang pertanian. Bila dirumuskan,syarat-syarat sebagai seorang Kontaktani adalah:
a. Dia harus menjadi ketua Kelompoktani-nelayan.
b. Menggarap sendiri usaha taninya dan berhasil.
c. Dinamis dan responsif terhadap pembaharuan.
d. Disegani dan mempunyai pengaruh baik terhadap lingkunganya.
Mencari Kontaktani
Kontaktani memang harus dicari. Ia tidak lahir begitu saja. Kontaktani harus dipilih oleh kelompoktani itu sendiri diantara petani yang mempunyai kelebihan dari sesama petani lainnya. Kemudian dibina sehingga menjadi seorang kontaktani yang diharapkan. Apa yang diharapkan dari seorang kontaktani itu sebenarnya? Terutama adalah kesediaan dan kerelaannya menjadi partner (Teman kerja) bagi penyuluh pertanian dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penyuluhan bagi kelompoktaninya dan bagi masyarakat sekitarnya.
Pada hakekatnya kontaktani adalah petani pemimpin yang memiliki rasa tanggung jawab sosial, dinamika, inisiatif kemasyarakatan dan karena itu menjadi penggerak pembaharuan bagi sesama petani dan sekaligus unsur pembangunan bagi lingkungannya. Untuk memilih seorang calon kontaktani harus dinilai paling tidak dari dua segi. Pertama adalah dari kepemimpinannya dan Kedua adalah dari tingkat daya serap terhadap pembaharuan. Kepemimpinan seorang kontaktani haruslah diakui oleh petani sendiri. inilah yang mendasari bahwa kontaktani itu dari petani untuk petani. Cara yang paling mudah untuk menilai adanya pengakuan ini ialah dengan metoda sosiogram. Kepada sejumlah petani diajukan pertanyaan: “Kepada siapa Saudara berkonsultasi bila mendapatkan kesulitan dalam pertanian ?” Petani yang di sebut paling banyak adalah pemimpin yang diakui. Mengenai tingkat daya serap terhadap pembaharuan dari seorang calon Kontaktani dapat di amati dari pandangan dan pengalamannya di dalam menerapkan teknologi baru. Tingkat daya serap seseorang memang erat hubungannya dengan faktor-faktor tingkat ekonomi, pendidikan, lingkungan pergaulan dan minat media massa. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang makin tinggi tingkat daya serapnya. Makin luas pergaulan seseorang dan makin sering seseorang terkena media massa, makin tinggi pula tingkat daya serapnya.
Untuk melengkapi syarat tentang seorang calon kontaktani dapat di tambahkan sebagai berikut :
•. Tingkat ekonominya sedikit di atas rata-rata masyarakat sekitarnya.
•. Tingkat pendidikanya cukup dan lebih tinggi daripada rata-rata petani.
•. pergaulannya cukup luas, artinya tidak hanya terbatas dalam lingkungan desanya saja.
•. suka membaca buku, majalah atau surat kabar, suka mendengarkan radio atau menonton televisi.
Peranan Kontaktani
Para Kontaktani dengan kemauannya sendiri ikut membimbing petani di lingkungkuannya, harus diperhatikan dan dibina secara khusus agar dapat dimanfaatkan sebagai tenaga bantuan/ sukarelawan bagi penyuluh pertanian di tingkat lapangan. Bila penyuluh pertanian dikatakan sebagai ”guru” maka bolehlah kontaktani disebut sebagai “ketua kelas”nya, sedangkan kelompoktani merupakan “ kelas belajar”nya. Tetapi terhadap kelompoktaninya ia dapat berperan sebagai guru, pembimbing, penggerak dan pemimpin. Sebagai guru, karena Kontaktani memberikan informasi, membantu menetapkan dan memecahkan masalah serta mengajarkan pengetahuan/ keterampilan. Sebagai pembimbing, dialah yang memberikan nasehat dan dorongan motivasi dalam kerjasama dan berusaha. Sebagai penggerak, Kontaktani menanamkan kesadaran akan arti pentingnya berkelompok dan mendorong kerjasama serta menjaga tujuan-tujuan dapat dicapai. Sebagai pemimpin, ia merumuskan dan mengorganisir aspirasi kelompok ke dalam kegiatan yang terarah serta waspada terhadap keadaan yang mempengaruhi kesejahteraan anggota.
Bagi penyuluh pertanian, Kontaktani merupakan sukarelawan yang menjadi partner penyuluh pertanian, terutama dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penyuluhan pertanian. Betapa tidak, Kontaktani tidak diangkat dengan suatu surat keputusan, tidak di gaji, tetapi toh ia tetap bekerja dengan kesadarannya sendiri. Ia melihat, Ia berusaha agar lingkungannya mencapai kemajuan kehidupan. Kontaktani menyerap dan menerapkan teknologi baru, oleh karena itu Kontaktani juga sebagai akselerator bagi penyebaran teknologi baru kepada petani di sekitarnya dan mendorong pembaharuan. Ia seorang teladan bagi masyarakat tani.